Text
MATI DI JOGJAKARTA
Disergap oleh sunyi yang melanda serta kesepian, Egha de Latoya berupaya untuk menuangkannya dalam kumpulan cerpen yang tergabung di dalam antologi “Mati di Jogjakarta”. Antologi yang terbit pada akhir tahun 2019 ini ditulis oleh seorang penulis sekaligus musisi bernama lengkap Paramashinta Iga Latoya, atau dikenal sebagai Egha De Latoya. Cerita-cerita yang disajikan dalam buku ini, dapat dinikmati dengan beberapa ilustrasi yang dibuat oleh penulis. Ilustrasi abstrak, namun sangat berarti jika benar-benar dapat memaknainya. Ilustrasi yang dibuat merupakan simbol atau gambaran dari suasana setiap cerpen. Ya, penulis membuat ilustrasi untuk semua cerpen yang ia tulis dalam antologi ini, yaitu sebanyak 23 judul cerpen.
Tidak tersedia versi lain