Kemenangan ternyata tidak pernah memberinya ketenangan. Hadiwijaya justru terus dirundung gelisah setelah puncak kekuasan berada di tangannya. Kekuasaan atas takhta Demak yang direbutnya dari Penangsang malah membuatnya dikejar rasa bersalah pada sang pewaris takhta yang sah. Kegelisahan pun makin berkecamuk setelah Sultan Pajang itu menyadari bahwa perebutan takhta bukan akhir dari perjuangann…